Aduh.. sudah hasrat ini melepuh.
lalu berdiam dibawah awan dan bersembunyi di balik semak semak dunia.
Kala mentari mulai berpindah dan tak lagi menepi, saat itu juga kedua matanya terjaga dan kembali mencicipi awal cerita tentang lakon surga dwiloka.
Sayang surga tak lagi semahsyur sedia kala. Karena semuanya dan satu persatu berebut juga mengebut kendaraannya agar diakui sebagai seorang ahli.
Sekarang, ada semacam genggap gempita dalam sukmaku. Juga ada duka di baliknya. Dunia ku. Duniaku.
Aku ingin bertemu denganmu dalam duniaku.
tapi kau tak ingin mampir atau sekedar memberi salam pada duniaku.
Oh sesepi inikah duniaku.
Baiklah aku akan meninggalkannya.
dan aku berdoa padaMu, dan atas izinMu. Biarkan dunia kita bertemu. Aku mohon padaMu. Sekali selama hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar