Senin, 19 Maret 2018

Tabungan tangis

Begitu susahnya melupakan.
Bahkan jika harus dipaksa lupa,
Aku juga, kamu juga
Sama sama berusaha lupa,
Karena sebuah tuntutan peran,
Kebaikan dan kebahagian datang dari sebuah perpisahan.

Yang dari ego itu kita tak pernah menjadi yang paling benar.
Seribu lebih pengalihan dipasang didepan pikiranku.
Tapi pagar itu aku bongkar sendiri.
Dan sesekali aku ingin tengelam dalam lamunan lamunan yang sepertinya kemarin sudah datang.
Oh. Betapa bahagianya ditenggelamkan angan dan hidup sebahagia mati.
Oh. Betapa bahagianya kasihku.
Hidup dan mengakar dipikiran dan disetiap sudut mata melihat.
Tertancap dalam.
Sangat amat dalam.
Aku tak sudi jika ada tabib atau peri yang mengobati.
Ini ujian yang sangat menyebalkan
Sekaligus mendebarkan.
Dan Tuhan hadir dengan KekuasaanNya
Lewat dirinya.

Minggu, 18 Maret 2018

Beranda

Kemarilah sayang
Tampar aku sekali lagi
Dan aku tetap tak akan mengelak

Membungkus kota juga kenangan

Jika saja aku burung
Telah lemah aku terbang tak bertujuan
Tanpa tumpuan 
Bernyayipun tak semerdu waktu itu
Kini datang suatu gelombang dari cakrawala kedalaman jiwaku yang sedikit bercahaya. 
Yang tiba tiba saja menyapu kemahsyuran dan angan angan akan cinta dan hasrat memiliki. 
Kini aku harus pasrah dibawa ketepian
Walau dalam diam, sudah pisah suara hati dengan jagat raya raga serta keinginannya
Gelombang itu datang sangat cepat
Dan begitu cepat
Kini tenggerokanku tercekik
Lidahku tergulung 
Kakiku terantai karang
Aku tak tenggelam
Aku ditepian bersama pasir
Bersama matahari kala siang
Bersama mendung dikala hujan
Bersama bulan dan bintang ketika malam
Pekik dalam hati
Pilu melihat lautan tempatku berenang
Tak kuasa menyaksikan betapa kata percuma didaratan ini
Aku ingin suarakan keinginan 
Tapi pikiranku memenjara dan menamparku sangat keras dan lebih keras dari sebelumnya

"Kau disini saja. Kau rasa rasakan saja bagaimana ramainya kesepian ini. Bagaimana rasanya raga itu mati. Tapi angan dan inginmu tetap berbisik dan menelisik segala lubang yang belum kau tutupi dengan rasa bersyukurmu. Cintamu tak pernah salah. Perbaikilah cara cara nya dan minta maaflah karena telah menyiksa raga dan hatimu terlalu keras" 

Rasa kasih Rasa lirih

Kasih tentang kisah
Laut membawa ombak dan karang
Lalu kita kandas.
Lalu kau jadi aku
Dan aku jadi kau
Malam semakin sunyi
Semakin dingin
Semakin tak jelas kapan berakhirnya
Jika tak datang matahari
Jika tak hinggap embun didedaunan juga dirambutku, maka tak berbedalah waktu.
Juga karena kita tanpa kaca.