Sungguh kurang tepat penafsiranmu kasih.
Aku tidak sedang maju atau mundur.
Aku bahkan lari menjauh dari semua hal yang sifatnya sia sia.
Sungguh aku sedang berlari tapi aku tak akan meninggalkan kenyataan. Nyatanya aku kerja dan tak perpindah kemana mana. Kini bahkan lebih bisa menerima keegoisanmu memblokir semua akses untuk tidak menjalin silaturahmi.
Sungguh sangat aku sesali kau selalu mengagungkan cinta, tapi masih mendengki, berandai andai dan mencari pembenaraan atas kelakuanmu sendiri.
Sungguh sangat dan sangat aku sesalkan.
Ketika kamu kembali seperti dahulu.
Mengembik dan mengiba lagi karena sakit hati, berusaha tegar dan move on dengan mencari lelaki yang menurutmu lebih baik.
Sungguh kamu tak pernah belajar apa apa tentang cinta.
Tapi sebagai lelaki yang tak memiliki harta benda yang cukup untuk menghidupimu,
Sebagai lelaki yang selalu kau anggap gila,
Juga sebagai lelaki yang sering kamu bilang tuli,
Aku ucapkan, selamat menempuh hidup baru. Lepaskanlah sifat kanak kanakmu. Belajarlah melihat cinta dari sisi yang berbeda. Dan jangan pernah mendua. Karena seorang yang mendua pasti lebih salah dari pada pancemburu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar