Ini udah jam 3 pagi. Dan sebenarnya aku udah ga sanggup melek. Tapi alhamdulillah gerimis pagi begini jadi penyemangat buat nulis. Apalagi tentang cinta yang tak satu setanpun tau.. eaaa..
Jadi, ini untuk temanku saja.
ah, bersabarlah kawan.
terus bersabar.
Dan sekali lagi bersabar.
Jika tak mau memukul maka kamu bisa diam.
jika tak bisa memaki kau bisa menghindar dan pergi.
jika tak senang, maka hiburlah dirimu sendiri.
Bersabar adalah tetap bersabar.
bukan yang lain lain.
Juga tidak pake tapi tapi.
Sssst.. sebenarnya, aku juga tidak bisa sabar.
Tapi aku masih percaya, waktu akan menjawab perjuanganmu dalam bersabar.
Oiya, jangan lupa kawan.
Jangan pernah berharap seorang wanita yang pernah kau perjuangkan, kembali lagi dan meminta kasih sayang yang dulu.
Aku tau.
Aku pun mengerti, betapa sakitnya berharap.
Tapi apalah daya, kau akan semakin dewasa ketika kau merelakannya.
Doakan saja, bahwa keputusannya meninggalkanmu adalah keputusan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya.
Nikah sama orang kayak kita itu mustahil bahagia. Yang ada nanti kau akan dihina dan diinjak injak. Karena penghasilanmu kecil. Karena warna kulitmu tambah kusam karena kau lembur tiap hari dibawah terik matahari.
Akan tetapi jangan khawatir, memang begitulah takdir seorang lelaki, meskipun lelah bekerja seharian, tapi yang dia dapat hanyalah pengkhianatan.
Tapi jangan menyerah. Bahumu tercipta sebagai sandaran ketika kekasihmu menangis, sedang kau masih menyembunyikan tangismu sambil merayu menghentikan tangisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar