Sungguh, aku tak ingin menjadikan kasih ini sebagai tumbal agar kau juga mencintaiku.
Sungguh, dalam doa, akan ku arungi bahtera ini sendirian. Dan biarlah Sang samudra menghanyutkan aku kemanapun Dia mau. Menghempaskan aku ke karang, atau menelantarkan aku ke pulau pulau baru.
Dan, sungguh, aku tak ingin kasihku ini engkau percayai. Wajah dan materiku engkau cintai dan impikan.
Sungguh, aku tak ingin kasih ini membakar dan mendorong sesuatu dalam jiwamu untuk mencintaiku juga.
Karena sesuatu yang bersifat materi hanya sementara. Mari nikmati. Karena sesuatu yang sudah pasti milik kita, tidak akan lari atau bersembunyi. Walaupun yang kita anggap hak milik, hanyalah sebuah pinjaman.
Sungguh aku mencintaimu.
Mungkin karena aku gampang mencintai semua manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar