Sabtu, 06 Agustus 2016

Temanku

Dari teman
Kau jadi suka padaku
Aku juga

Dari teman
Kau sayang padaku
Aku juga

Dari sayang
Kau ingin diakui
Aku lakukan

Sudah diakui kau minta aku tidak berteman dengan nina
Aku lakukan

Sudah tidak berteman kau tinggalkan aku dinner
Aku tak tahu.

Kau tinggalkan aku berpuluh puluh kilometer
Kau suapi aku kecoak
Aku mengalah

Kau minta aku tak mengurusi urusan temanmu..
Sekarang aku tlah jadi temanmupun tak pernah kau urusi..

Hah sial.. sial..

Nasib sastrawan tengik dan dekil

Mana menang sama lelaki muda berseragam..
Tampan! Apalagi pakai seragam?

Hidup denganku?
Hanya akan menjadikanmu melarat..
Makan ditrotoar..
Duduk dijembatan..

Kalau sama pejabat atau Pegawai?

Wah ..
Pasti jelas..
Bisa beli maskara.
Pensil alis apalagi..
Mobil saja cuma tinggal milih warna apa..

Tapi aku tidak akan menangis lagi..
Aku hanya bisa meratap dan tak ingin menjadi bunga..
Karena bunga bisa layu..

Aku ingin menjadi sungai yang selalu bermuara kehatimu..
Walaupun jika kering yang mengalir hanyalah batu..
Maka harap maklumlah..
Sastrawan bukan pekerjaan..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar