Kamis, 04 Agustus 2016

Hujan

Tuhan..
Engkau yang paling dekat padaku..

Malam malam begini..
Terang lampu Led..
yang menembus sela sela kaca berfragmen..
Sedang ku meringkuk seperti trenggiling..

Tuhan..
Apakah nanti akan hujan?
Apakah nanti petir juga ikut?

Tuhan..
Lalu rayu apalagi yang akan kukatakan jika dia ketakutan dengan suara petirMu?
Sedang Maskara tak mampu..
Apalagi Maskawin..

Tuhan..
Mengapa hatiku begitu beku..
Seperti studio musik berperedam !
Suara perempuan itu !

Ya !
Suaranya sudah menempati segala ruang!
Suara petirpun tak akan kedengaran dari sini!
Sedang orang orang asing pun tak akan mendengar suaranya dari luar!

Ya!
Mungkin ini yang namanya "Menghadapi Agustus Tanpa Cinta"

Mati aku !
Tuhan.. temani aku ke rumah sakit jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar