Aku berada ditengah tengah manusia
Dibawah pepohonan
Diatas aspal
Satu dari beberapa mata tertuju padaku
Tapi sayang mataku masih sayu
Yang kulihat hanya awang awang
ketiadaan yang pasti menyulut rindu
Aku membayangkan gemericik air jatuh dari langit
Jatuh ditengah satu titik kosong sehingga terisi
Tapi harapan akan ku biarkan menjadi rahasia
Menjadi pertanyaan
Menjadi jarak
Menjadi marah
Dan menjadi apa saja
Bersyukur kau dan aku begini
Biar rinduku saja yang menyala
Sampai seluruh tubuhku terbakar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar