Senin, 19 Maret 2018

Tabungan tangis

Begitu susahnya melupakan.
Bahkan jika harus dipaksa lupa,
Aku juga, kamu juga
Sama sama berusaha lupa,
Karena sebuah tuntutan peran,
Kebaikan dan kebahagian datang dari sebuah perpisahan.

Yang dari ego itu kita tak pernah menjadi yang paling benar.
Seribu lebih pengalihan dipasang didepan pikiranku.
Tapi pagar itu aku bongkar sendiri.
Dan sesekali aku ingin tengelam dalam lamunan lamunan yang sepertinya kemarin sudah datang.
Oh. Betapa bahagianya ditenggelamkan angan dan hidup sebahagia mati.
Oh. Betapa bahagianya kasihku.
Hidup dan mengakar dipikiran dan disetiap sudut mata melihat.
Tertancap dalam.
Sangat amat dalam.
Aku tak sudi jika ada tabib atau peri yang mengobati.
Ini ujian yang sangat menyebalkan
Sekaligus mendebarkan.
Dan Tuhan hadir dengan KekuasaanNya
Lewat dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar