Jadi begini,
Ya begini.
Sesuatu dan segalanya sulit dijelaskan.
Tapi kamu salah satunya yang akan kutulis.
Jadi begini,
Ya kita terpisah dan selalu tak bertemu.
Aku akan menulis untukmu.
Untuk pertama kalinya aku menulis dan aku tak bisa menulis apa yang sedang kurasakan. Semoga mewakili dan semoga kau membacanya.
Jadi, aku telah lama membangun duniaku sendiri.
Dan didalamnya ada kamu.
Yang selalu merasa si Gendut.
Yang beberapa tahun lalu aku temukan kau dengan rasa bahagiamu diberanda facebookku.
Senyumanmu dan keramahanmu, selalu membuka tempat tersendiri dalam duniaku.
Jadi, semua dimulai dari senyumanmu.
Dan berjalan dari kecemburuanku atas keramahanmu pada lelaki yang kamu cintai.
Entah, aku tak tau harus berkata apa.
Memang lelaki penuh dengan kecemburuan.
Ini bukan salahmu.
Ini hanyalah kebimbanganku sendiri dalam membangun duniaku.
Sama seperti Rama yang cemburu pada Rahuvana.
Dari beberapa tulisanmu, aku menyimak dan sesekali menasehati.
Seakan-akan aku adalah Tuhan.
Tapi sebenarnya, aku tak ingin jadi Tuhan.
Aku hanya ingin kau tahu, bahwa ada sesuatu yang lain dalam diriku.
Ya itulah awal aku membangun duniaku.
Dari satu tempat diduniaku yang lain, aku kembali mencarimu di dunia lain, yang manusia ciptakan dalam website yang disebut twitter.
Aku tetap mengagumi di dunia kecil itu.
Aku tetap melihat apa yang sedang kau tulis.
Aku tetap ingin merasakan apa yang sedang kau rasakan.
Aku orang teraneh yang ingin selalu ada didekatmu.
Lebih dekat dengan perasaanmu sendiri,
Aku mendekat, mendekat dan lebih dekat.
Duniaku kini tak hanya dihuni oleh perasaan dan prasangkaku.
Duniaku makin indah.
Hadirlah kini suaramu diatas ketenangan hatiku.
Hadirlah harapan untuk menjadikan duniaku nyata,
Tahukah kamu, bahwa aku adalah manusia aneh.
Yang kadang keinginannya seperti sajak puisi.
Tak pernah masuk akal sehat seperti manusia.
Tapi aku ingin membuktikan padamu.
Mungkinkah keinginan orang aneh ini tercapai.
Paling tidak untuk sampai didekatmu.
Menatapmu.
Mendengar teriakanmu secara langsung.
Atau cukup dengan tidak menjadi apa-apa dihidupmu,
kecuali menjadi supporter yang hanya ingin melihatmu menang.
dan bahagia?
sejak beberapa menit tadi sebenarnya aku tak bisa menjelaskan apa-apa padamu.
karena keterpisahan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar